SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT

Foto : Sosialisasi tentang Sanitasi total berbasis masyarakat

Wedarijaksa-Jumat ( 13/12/19)- Buanga Air Besar Sembarangan ( BABs ) merupakan suatu perilaku yang tidak terpuji dan dapat membahayakan kesehatan. Untuk merubah perilaku warga yang suka Buang Air Besar Sembarangan (BABs), maka diperlukan semangat kerja, tanpa rasa lelah dan penuh keikhlasan .

Buang air besar sembarangan dapat menjadi penyebab terserang penyakit yang ditularkan oleh kotoran manusia. Karena itu, gerakan stop buang air besar sembarangan harus gencar dilakukan kepada masyarakat yang masih belum miliki jamban yang sehat.Dan perlu dilakukan pemicuan.

Tujuannya dari kegiatan “pemicuan” ini agar warga yang biasa membuang kotoran sembarangan merasa jijik, rasa malu, rasa takut sakit, rasa berdosa dan rasa tanggung jawab yang berkaitan dengan kebiasaan BAB di sembarang tempat. Dan untuk membantu proses pemicuan tersebut digunakan beberapa komponen PRA seperti pemetaan, transek, alur kontaminasi dan simulasi lainnya.

Pada proses ini perlu dipahami juga tentang Program Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang terdiri dari lima pilar yaitu :

  1. Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS)
  2. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
  3. Pengolahan Air Minum Rumah Tangga (PAM-RT)
  4. Pengelolaan Limbah Padat (sampah) di Rumah Tangga.
  5. Pengelolaan Limbah Cair  di Rumah Tangga.
Pihak desa diharapkan nantinya mengundang warganya sesuai dengan kriterianya yakni tidak memiliki jamban, masih mau buang air besar sembarangan dan harus mengikuti kegiatan ini dengan tepat dan sampai akhir. Supaya wilayah Desa ini bisa terbebas dari BABs.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan