SOSIALISASI SP 2020 OLEH BPS

Wedarijaksa-Kamis( 05/12/19) Di tahun 2020 Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan sensus penduduk kali ini akan menggunakan metode yang berbeda dengan metode sebelumnya, BPS akan melakukan sensus penduduk dengan metode kombinasi. Metode kombinasi ini adalah menggunakan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) sebagai basis data digabungkan dengan metode pencacahan di lapangan.

Data Dukcapil tersebut akan di perbaharui berdasarkan info terkini sehingga nanti kita bisa menggolongkan data penduduk baik de facto maupun de jure.

Tak hanya menggunakan data dukcapil, tapi partisipasi masyarakat akan ditingkatkan dalam sensus penduduk kali ini. BPS akan mengajak masyarakat untuk melakukan pendataan mandiri secara online.Bagi masyarakat yangmelakukan pendataan mandiri secara online, dia hanya perlu memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan mengisi beberapa pertanyaan yang diberikan.

Setelah memasukkan NIK, akan ada nama, jenis kelamin dan tanggal lahir yang pasti tidak berubah, nanti akan ada pertanyaan alamat di KTP lalu muncul lagi pertanyaan apakah alamat sekarang sama dengan di KTP, kalau berbeda, dimana. Jadi dari data tersebut kita bisa lihat asal dari mana tetapi tinggal di mana.

Di harapkan partisipasi  masyarakat cukup besar dalam pendataan secara online ini dan mendapat respons yang baik dari masyarakat maka akan menghasilkan data statistik yang baik pula.

BPS Kabupaten Pati menargetkan akan ada sekitar 25% – 50% masyarakat dari seluruh masyarakat kabupaten Pati yang melakukan pendataan secara online.

Nantinya, pendataan secara online ini akan dilakukan mulai Februari hingga Maret 2020. Setelah data dikumpulkan akan dilakukan pencacahan lapangan secara door to door.

Pencacahan secara door to door ini akan dilakukan pada Juli. Hasil survei penduduk 2020 pun ditargetkan bisa dipublikasikan pada awal tahun 2021.

Mari bersama – sama kita sukseskan Sensus Penduduk 2020.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan